Dengan Ngejazz Kita Tingkatkan Swasembada Jazz. Ngayogjazz dari pertama diadakan selalu mengusung tema yang berlainan setiap penyelenggaraannya, dan selalu berkesinambungan. Setelah di tahun 2011 kemarin mengusung tema “Nandoer Jazz ing Pakarti” dimana dari “plesetan” peribahasa jawa “nandur woh ing pakarti” yang berarti melalui musik jazz menanamkan nilai-nilai musik jazz itu sendiri yang diterapkan dalam kehidupan bermusik maupun sehari hari. Dan di tahun 2012 ini mengambil tema “Dengan Jazz Kita Tingkatkan Swasembada Jazz” yang diambil dari suatu jargon pembangunan, dimana diharapkan saat ini para musisi-musis jazz terutama generasi muda yang telah bersemai di Ngayogjazz bisa mandiri mengembangkan kehidupan bermusiknya, baik dalam kreatifitasnya maupun karir bermusik mereka. Tidak hanya para musisi, beberapa Komunitas Jazz di berbagai kota yang sudah terbentuk pun sudah mulai menampakkan keseriusan dalam mengelola komunitas mereka sehingga menghasilkan juga musisi-musisi jazz dan group-group jazz baru. Perkembangan musik jazz di Indonesia juga sangat luar biasa dalam sepuluh tahun terakhir ini, banyak group yang sudah bereputasi dunia dan rekaman musik jazz sudah meningkat pesat tiap tahun.
PARA PENYULUH / Artists Line up :
- ESQI:EF (Syaharani and Queenfireworks)
- Benny Likumahuwa
- Barry Likumahuwa Project
- Idang Rasjidi
- Shadu Rasjidi
- Shaku Rasjidi
- Irianti Erningpraja
- Eramono Soekaryo
- Rio Sidik
- Erik Sondhy
- Indro Hardjodikoro The Fingers
- Toninho Horta
- Jen Shyu
- Sinten Remen
- Shadow Puppet
- I Know You Well Miss Clara
- Ketzia
- Kampayo
- Trio Sekawan
- Reko Neko Band - Komunitas Jazz Jogja
- Chicken Jiezz
- Berempat
- Proyek President
- Blank on 5
- PROSES
- Dialogue
- Danny Project
- Everyday
- MuciChoir - Komunitas Jazz Purwokerto
- Mahamuni
- Papa Richards and The Honkytonkman - Solo Jazz Society
- Andanawarih (ansamble quartet)
- Streamline Quartet - Jazz Ngisor Ringin Semarang
- Delight (fusion jazz)
- The Interview (ethnic fusion jazz)
- Aljabar - Balikpapan Jazz Lovers
- Gondo & Friends Surabaya
- Lampung Jazz Community
- Gubuk Jazz Pekanbaru
- Komunitas Jazz Pekalongan
- Replica Batik (proyek gabungan TRIO UP dan RSP) - Jay Gatrawardaya feat. Tesla Manaf
- Erwin Zubiyan and Friends
- Sounf of Hanamangke Bandung
- Jonathan Dangawa Quartet
- Herry Firmansyah (Blues)
- Jazz Gudangan
WAKTU & WAHANA / Date – Time & Venue
Minggu Legi, 18 November 2012. Jam 09 pagi – 09 malam.
Desa Wisata Brayut, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta.
Kantor Pusat / Office :
Kantor Pusat / Office : Jl. Munggur 50, Demangan, Yogyakarta 55221
Telepon & Faksimili : +62-274-512561
Email : ngayogjazz@yahoo.com
Website : www.ngayogjazz.com
PETA MENUJU WAHANA NGAYOGJAZZ 2012
RUNDOWN ACARA
NGAYOGJAZZ 2012
Minggu Legi, 18 November 2012
Desa Wisata Brayut, Sleman, Yogyakarta
PANGGUNG KEPRAK
12.30 – 13.00 Everyday (Komunitas Jazz Jogja)
13.00 – 13.20 Pambuka
13.20 – 14.00 Sound of Hanamangke (Bandung)
14.20 – 15.00 Jazz Ngisor Ringin (Semarang)
15.20 – 16.00 Gondo Jazz Trio (Surabaya)
18.30 – 19.30 Indro Hardjodikoro The Fingers
PANGGUNG LUKU
13.40 – 14.10 Blank on 5 (Komunitas Jazz Jogja)
14.10 – 15.00 Solo Jazz Society (Solo)
15.30 – 16.00 Dialogue (Komunitas Jazz Jogja)
16.50 – 17.20 Chicken Jiezz (Komunitas Jazz Jogja)
PANGGUNG CAPING
13.40 – 14.10 Proses (Komunitas Jazz Jogja)
14.10 – 14.40 Ketzia
14.40 – 15.20 Herry Firmansyah Blues (Yogyakarta)
15.20 – 15.50 Berempat (Komunitas Jazz Jogja)
16.00 – 16.30 MuciChoir (Komunitas Jazz Jogja)
16.30 – 16.50 Launching Album Kompilasi Komunitas Jazz Jogja
16.50 – 17.20 Danny Eriawan Project (Komunitas Jazz Jogja)
18.30 – 19.00 Trio Sekawan (Kampayo)
19.00 – 20.00 Irianti Erningpraja & Eramono Soekaryo
20.00 – 20.30 Reko Neko Band (Kampayo)
PANGGUNG PACUL
13.50 – 14.30 Lampung Jazz Community
14.30 – 15.10 Gubuk Jazz (Pekanbaru)
15.10 – 15.40 Jay & Gatrawardaya feat. Tesla Manaf (Yogyakarta, Bandung)
15.40 – 16.20 Jes Udu Perwokerto
16.20 – 17.00 I Know You Well Miss Clara (Yogyakarta)
19.00 – 20.00 Barry Likumahuwa Project feat. Benny Likumahuwa
20.00 – 21.00 Idang Rasjidi, Shadu Rasjidi, dan Shaku Rasjidi
21.00 – 22.00 Jazz Gudangan
PANGGUNG LESUNG
13.50 – 14.20 Proyek Presiden (Komunitas Jazz Jogja)
14.20 – 15.00 Balikpapan Jazz Lovers
15.00 – 15.40 Batik Replica (Pekalongan)
15.40 – 16.20 Sinten Remen
16.40 – 17.20 Aljabar (Semarang)
19.00 – 19.30 Jonathan Dangawa Quartet (Yogyakarta)
19.30 – 20.30 ESQI:EF (Syaharani and Queenfireworks)
PANGGUNG ANI – ANI
13.30 – 14.30 Rio Sidik & Erik Sondhy
14.30 – 15.30 Jen Shyu
15.30 – 16.30 Shadow Puppet (Yogyakarta)
16.30 – 17.30 Toninho Horta
18.30 – 19.00 Erwin Zubiyan and Friends (Yogyakarta)
DESA PERCONTOHAN
Desa Wisata Brayut. Bermula dari salah satu pemuda yang mengajar di sebuah lembaga pendidikan bahasa asing (PURI) Yogyakarta bernama Budi, yang mengajak mahasiswanya untuk mengunjungi Dusun Brayut. Di dusun ini, mahasiswa-mahasiswa tersebut berinteraksi bersama warga setempat dengan mempraktekkan beberapa kegiatan tradisional dan belajar bercocok tanam layaknya petani. Respon yang didapat dari mahasiswa cukup baik. Respon yang baik ini dianggap sebagai sebuah peluang alternative wisata. Maka, didirikan dan diresmikanlah Desa Brayut sebagai desa wisata pada tanggal 14 agustus 1999 di bawah naungan yayasan Ani-Ani.
Desa wisata Brayut terletak di Pendowoharjo, Sleman, Yogyakarta, Indonesia. Nama desa ini diambil dari seorang tokoh tetuanya yang terdahulu bernama Kyai Brayut. Desa wisata ini mengedepankan sisi budaya yang ada pada masyarakatnya. Memiliki berbagai potensi wisata budaya berupa kegiatan- kegiatan masyarakat yang mengandung unsur kearifan lokal yang dapat dipelajari oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Kegiatan budaya yang bisa dilakukan di Desa Wisata Brayut yaitu karawitan, membatik, tari-tarian, wisata kuliner (Legondo adalah makanan khas Desa Brayut), permainan rakyat, ataupun kegiatan konservasi baik budaya ataupun lingkungan. Selain itu arsitektur rumah penduduk di Desa Wisata Brayut sangat kental dengan budaya Jawa, seperti bentuk Joglo, limasan, dan sinom. Beberapa rumah dan joglo sering dipergunakan untuk pertunjukan kesenian dan juga bisa dipakai sebagai tempat menginap.
Tak hanya kegiatan masyarakat,di desa ini terdapat sebuah pusat kerajinan tradisional bernama Ani-Ani Jewellery. Semua produk yang dijual di Ani-Ani Jewellery terbuat dari bahan-bahan alam dan bermodel tradisional yang diperoleh dari hasil kerajinan masyarakat sekitar Desa Brayut. Dengan adanya Ani-Ani Jewellery ini semakin menambah ciri khas tradisional etnik Desa Brayut. Potensi wisata yang dimiliki Desa Brayut inilah yang menjadi salah satu alasan pemilihan lokasi pelaksanaan Ngayogjazz 2012.






































