A+ | A-
 

Archive | Ngayogjazz-2009

Dewa Budjana: Filosofi Sebuah Gitar

Posted on 30 September 2009 by

I Dewa Gede Budjana adalah satu gitaris negeri ini yang memiliki sound gitar begitu khas dan mudah dikenali. Budjana lahir di Waikabubak, Sumba Barat 30 Agustus 1963. Dia mulai memainkan gitar ketika berusia 11 tahun di Klungkung Bali. Ketika keluarga Budjana pindah ke Surabaya tahun 1976, Jazz mulai menjadi perhatiannya, di tahun 1980 membentuk  Squirrel Band, di SMAN 2 Surabaya, dan tahun 1984 menjuarai kompetisi Light Music Contest.

Pengalaman musikal Dewa Budjana dilanjutkan dengan kepindahannya ke Jakarta, dia bertemu dengan Almarhum Jack Lesmana yang tidak saja mengajarinya bermain tapi juga memberinya pencerahan filosofi musik jazz. Seperti ditulis di bukunya “Gitarku: Hidupku Kekasihku”, “Budjana tak hanya mempelajari musik. Ia menjadikan musik nafasnya. Bahkan untuk hidup pun ia tak segan-segan melakoni segala peran musik…”
Budjana pernah bergabung dengan Ireng Maulana associates dan Hydro Band, dan berbagai band; Exit, Caesar, Spirit, dan Indra Lesmana Java Jazz yang merilis album “Bulan di Asia” dan bermain North Sea Jazz Festival Den Haag di tahun 1994. Budajna mendirikan kelompok GIGI di tahun 1994 dan melahirkan 16 album. Minat musik Budjana yang sangat kaya dan beragam juga ditunjukkan melalui kiprahnya sebagai produser, music scoring, aranjer, pembuat jingle, dan session guitarist bagi banyak kelompok dan rekaman album.

Selain itu Budjana juga telah menerbitkan beberapa album solo. Album itu, “Nusa Damai” (1997), “Gitarku” (2000), “Samsara” (2003), “Home” (2005) dan album cd-dvd “Gitarku Hidupku Kekasihku” (2008). Tentang album-album itu ditulis di buku Budjana, “Kesemuanya merupakan hasil meditasi dan perenungan musiknya dalam perjalanan panjangnya bertemu takdirnya.”  

Filosofi Budjana bermain gitar sangatlah menarik. Yang ditulis di bukunya , “Gitar adalah hidup dan kekasihku. Gitar itu sakral. Dia teman seperjalananku mencari kepuasan lahir dan batin dalam musik. Lewat gitarku, aku berkarya…Gitarku adalah titian yang menghubungkan aku dengan dua dunia, yaitu dunia tempatku berakar dengan dunia tempatku mengejawantahkan mimpi-mimpiku….Dan lewat gitarkulah aku menunjukan kepada dunia kekayaan budaya dan musik negeriku…”

Budjana akan hadir di Java Jazz 2009. “Konsepnya boleh dibilang lebih ke Guitar Instrumental dengan ada nuansa Indonesianya.” jelas Budjana. Di pertunjukan itu Budjana akan ditemani oleh Adi Darmawan (bass), Irsa Destiwi (keyboards), Sandy Winarta (Drums), Jalu (percussions), dan Bang Saat (suling).Dia juga akan main duet dengan Tohpati, “Yang ini bener-bener berdua, tanpa pengiring,” tegasnya. (Roullandi N Siregar/wartajazz.com)

Comments Off

Dwiki Dharmawan – Jakarta

Dwiki Dharmawan – Jakarta

Posted on 30 September 2009 by

dwikidarmawan_foto

Dwiki Dharmawan adalah musisi Indonesia yang dikenal luas tidak hanya di negerinya tetapi juga di mancanegara. Ia dikenal atas berbagai kerjasamanya baik dengan seniman tradisi,  musisi jazz mancanegara, musisi Indonesia, sutradara film, peñata tari, Orkestra dan musisi muda.

Musik-musik Dwiki Dharmawan mendemonstrasikan serpihan “praktik perubahan” dalam kesenian yang sedang berjalan di Indonesia. Bagaimana kesenian tradisional yang menentukan ciri khas suatu lingkungan budaya mampu—atau tak mampu—menyongsong tuntutan kebangsaan baru lewat kreativitas. Dwiki Dharmawan adalah salah satu musisi yang selalu gelisah, saat ini banyak memusatkan perhatiannya pada ragam-ragam kesenian tradisional dalam mengembangkan ide dan inovasi baru. Salah satu di antaranya: mengambil tari topeng dan meramunya dengan jazz, yang menurutnya: perpaduan nasionalisme dan internasionalisme.

Dwiki Dharmawan, lahir di Bandung 19 Agustus 1966. Belajar piano klasik di usia 7 tahun, di usia 13 tahun mulai belajar musik jazz. Di usia 17 tahun mendirikan Grup Krakatau bersama Pra B Dharma, Budhy Haryono dan Donny Suhendra. Krakatau kemudian menggali dan mengeksplorasi Gamelan Sunda dikombinasikan dengan Jazz dan sampai saat ini membawanya terus berkeliling dunia dan tampil pada berbagai konser dan festival internasional, seperti Montreux Jazz, North Sea Jazz, Toronto Jazz, Vancouver Jazz, GalapaJazz, Hot Summer Jazz, Midem, Festival Cervantino,  Sziget Festival dan lain-lain. Ia juga pada berbagai tempat seni pertunjukan terkemuka seperti Lincoln Center Summer Outdoor Festival, Chicago Cultural Center, Esplanade, Beijing Concert Hall, serta Beijing National Center for the Performing Arts dan lain-lain.

Selain seorang pemusik, Dwiki juga Direktur Lembaga Pendidikan Musik Farabi dan anggota komite musik Dewan Kesenian Jakarta.

Comments Off

Kuatnika Warta jazz Dagadu Jogja
bambang paningron Hattakawa No Vindra
Jogja Jazz Tembi Rumah Budaya Dinas Propinsi DIY
djarum super BCA Telkomsel
Sidomuncul ISI Yogyakarta GS photography
HS silver gege transport sekar kedaton
Hotel Bifa Lusi Laksita Broadcasting Shcool & Partner in Comm Emax
HS silver omah dhuwur Radar Jogja
Kedaulatan rakyat Harian jogja Seputar Indonesia
Seputar Indonesia geronimo FM Swaragama
Jogja Family FM Dinas Propinsi DIY Ardia FM
Sonora FM Jogja I-radio Female Radio
JIZ FM Prambors UNISI FM
Pamit yang2an Solo Radio Truly Jogja
Getart Jazzuality Cekidot
Getart Adit TV Suara Jogja
My Magz Kabare Jogja Jogja TV
BNI via-via cafe Momento cafe

 

 

 

Following