I Dewa Gede Budjana adalah satu gitaris negeri ini yang memiliki sound gitar begitu khas dan mudah dikenali. Budjana lahir di Waikabubak, Sumba Barat 30 Agustus 1963. Dia mulai memainkan gitar ketika berusia 11 tahun di Klungkung Bali. Ketika keluarga Budjana pindah ke Surabaya tahun 1976, Jazz mulai menjadi perhatiannya, di tahun 1980 membentuk Squirrel Band, di SMAN 2 Surabaya, dan tahun 1984 menjuarai kompetisi Light Music Contest.
Pengalaman musikal Dewa Budjana dilanjutkan dengan kepindahannya ke Jakarta, dia bertemu dengan Almarhum Jack Lesmana yang tidak saja mengajarinya bermain tapi juga memberinya pencerahan filosofi musik jazz. Seperti ditulis di bukunya “Gitarku: Hidupku Kekasihku”, “Budjana tak hanya mempelajari musik. Ia menjadikan musik nafasnya. Bahkan untuk hidup pun ia tak segan-segan melakoni segala peran musik…”
Budjana pernah bergabung dengan Ireng Maulana associates dan Hydro Band, dan berbagai band; Exit, Caesar, Spirit, dan Indra Lesmana Java Jazz yang merilis album “Bulan di Asia” dan bermain North Sea Jazz Festival Den Haag di tahun 1994. Budajna mendirikan kelompok GIGI di tahun 1994 dan melahirkan 16 album. Minat musik Budjana yang sangat kaya dan beragam juga ditunjukkan melalui kiprahnya sebagai produser, music scoring, aranjer, pembuat jingle, dan session guitarist bagi banyak kelompok dan rekaman album.
Selain itu Budjana juga telah menerbitkan beberapa album solo. Album itu, “Nusa Damai” (1997), “Gitarku” (2000), “Samsara” (2003), “Home” (2005) dan album cd-dvd “Gitarku Hidupku Kekasihku” (2008). Tentang album-album itu ditulis di buku Budjana, “Kesemuanya merupakan hasil meditasi dan perenungan musiknya dalam perjalanan panjangnya bertemu takdirnya.”
Filosofi Budjana bermain gitar sangatlah menarik. Yang ditulis di bukunya , “Gitar adalah hidup dan kekasihku. Gitar itu sakral. Dia teman seperjalananku mencari kepuasan lahir dan batin dalam musik. Lewat gitarku, aku berkarya…Gitarku adalah titian yang menghubungkan aku dengan dua dunia, yaitu dunia tempatku berakar dengan dunia tempatku mengejawantahkan mimpi-mimpiku….Dan lewat gitarkulah aku menunjukan kepada dunia kekayaan budaya dan musik negeriku…”
Budjana akan hadir di Java Jazz 2009. “Konsepnya boleh dibilang lebih ke Guitar Instrumental dengan ada nuansa Indonesianya.” jelas Budjana. Di pertunjukan itu Budjana akan ditemani oleh Adi Darmawan (bass), Irsa Destiwi (keyboards), Sandy Winarta (Drums), Jalu (percussions), dan Bang Saat (suling).Dia juga akan main duet dengan Tohpati, “Yang ini bener-bener berdua, tanpa pengiring,” tegasnya. (Roullandi N Siregar/wartajazz.com)









